Pelatihan Pembuatan Pesawat Aeromodelling Jenis RC Berbahan Komposit

RC komposit

Bagi Rekan-Rekan yang membutuhkan pelatihan pembuatan Pesawat Aeromodelling jenis RC berbahan komposit, silakan menghubungi kami.

Materi pelatihan antara lain:
– Pengertian dan pengenalan alat dan bahan komposit.
– Pembuatan cetakan fuselas dan wing
– Pembuatan fuselas dan wing dengan teknik vakum
– Perakitan wing secara sandwich
– Teknik laminasi.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari.

Bagi peserta di akhir pelatihan akan diberikan mamo (master molding) pesawat aeromodelling, fuselas dari komposit, catakan stabilo, dan kayu balsa yang sudah dilaminating.

Jumlah peserta pelatihan maksimal 3 orang dalam 1 grup. Waktu pelatihan bisa dinegosiasikan berdasarkan kesepakatan. Biaya pelatihan Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) per peserta.
Pelatihan akan diselenggarakan di Lab Aerodinamika STT Adisutjipto Yogya Jl Janti blok R lanud Adisutjipto DIY.
Informasi lebih lanjut hubungi: Moh. Ardi Cahyono. No HP 08170230343 e-mail: total_sacrifice@yahoo.com
Facebook: http://www.facebook.com/ardi.cahyono

Cetakan fuselas

cetakan fuselas

Cetakan wing

cetakan wing

Membuat wing jenis sandwich

sandwich

Fuselas baru saja keluar dari cetakan

fuselas keluar cetakan

Pemasangan servo

pemasangan servo

Sistem kendali terbang di ekor

servo di ekor

Pesawat sebelum uji terbang

uji terbang1

Pesawat siap uji terbang

uji terbang2

Pelatihan Komposit

100_2437[2]

Album Foto Pelatihan Komposit

https://www.facebook.com/ardi.cahyono/media_set?set=a.10201685774650446.1362236932&type=3

Kebakaran Hutan

kebakaran hutan

Hutan adalah paru-paru dunia. Jika terjadi kebakaran terus-menerus seperti ini maka seluruh ummat manusia pasti akan dirugikan. Oleh karena itu keadaannya harus selalu diawasi.

Agar terhindar dari pembakar-pembakar hutan yang tidak bertanggung jawab. Dapat dimanfaatkan pesawat tanpa awak seperti ini:

UAV

Pesawat seperti ini bukan hanya dapat memantau dan melaporkan pada pihak yang terkait ketika ada kegiatan tidak bertanggung jawab. Tapi juga bisa dipersenjatai sehingga dapat menindak tegas pada saat yang tepat.

Dengan cara begitu, hutan akan lebih aman.

Hugh Piggott

hugg1

Orang ini bernama Hugh Piggott. Kegiatannya sungguh mulia, yaitu berusaha menangkap energi dari angin untuk memenuhi kebutuhan energi perumahan, misalnya untuk menyalakan TV, lampu penerangan, dan lain-lain seperti ditunjukkan oleh bagan di bawah ini.

hugg2

Selain itu, dia rela membagikan ilmunya dan bisa diunduh di sini:

http://www.4shared.com/file/100981293/2712f7a2/Wind_Turbine.html?s=1

Kegiatan ini juga dapat mengurangi ketergantungan kita pada energi fossil. Kita tahu energi fossil bukan energi yang terbarukan sehingga lambat laun akan habis.

Selain itu kegiatan ini bersifat ramah lingkungan dan ikut menyelamatkan dunia dari pemanasan Global.

Selamat Pak Hugh Piggott!

Turbin Angin Untuk Menyelamatkan Dunia

kincir angin

Energi fosil membutuhkan waktu jutaan tahun untuk membentuknya dan ironisnya manusia hanya membutuhkan ratusan tahun saja untuk menghabiskannya. Selain itu pemanfaatan energi fosil juga dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan pemanasan global yang sangat membahayakan kehidupan seluruh umat manusia di bumi.

Oleh karena itu, perlu ditemukan sumber-sumber energi alternatif. Energi angin adalah salah satu energi alternatif yang disediakan oleh alam secara gratis. Dengan menggunakan Turbin Angin atau biasa disebut Kincir Angin maka energi angin dapat dimanfaatkan oleh manusia. Prinsip kerja Turbin Angin adalah mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik putaran poros.

Energi mekanik poros biasanya dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik menggunakan suatu generator. Energi listrik sifatnya sangat fleksibel. Energi ini dapat digunakan untuk penerangan, menggerakkan mesin-mesin industri, transportasi, dan masih banyak lagi.

Pemanfaatan energi angin di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

produksi dunia

Indonesia adalah negara kepulauan yang diapit oleh dua benua besar dan dua samudera yang seharusnya merupakan daerah angin. Peta angin di Indonesia ditunjukkan oleh tabel di bawah ini.

sebaran angin

Jika potensi angin di Indonesia benar-benar dimanfaatkan dengan baik maka Bangsa Indonesia akan menjadi Bangsa Mandiri Energi dan akan semakin kuat dan jaya.

Di bawah ini saya tulis Teori Momentum 1 Dimensi yang diterapkan pada Turbin Angin. Jika kita bisa membuat simulasi numerik aliran udara melintasi turbin angin dengan rancangan tertentu misalnya aerofoil, jumlah blade (bilah), panjang chord, diameter dan lain sebagainya maka dengan menentukan kecepatan aliran udara di depan dan belakang turbin akan dapat ditentukan berapa Thrust yang dihasilkan dan Daya Angin yang berhasil diserap Turbin Angin.

Thrust bersifat merugikan karena thrust yang mendorong menara penyangga turbin, semakin besar trhust maka menara penyangga juga harus kuat sehingga biaya pembuatannya akan mahal.

Semakin besar Daya (Power) yang diserap oleh turbin maka efisiensi konversi energi turbin akan semakin besar artinya turbin yang dirancang sangat menguntungkan.

Teori Momentum 1 Dimensi untuk Turbin Angin ada di bawah ini:

http://www.scribd.com/doc/21369754/Teori-Momentum-Untuk-Turbin-Angin-Ideal

Berita terkait:

https://ardicahyono.wordpress.com/2009/10/07/sebelum-manusia-punah/

Bagai Air di Daun Talas

air di daun talas

Gambar 1: Air di daun talas

“Bagai Air di Daun Talas” adalah pepatah untuk orang yang tidak punya pendirian atau plin-plan. Air di daun Talas tidak bisa menempel tapi berlari-lari ke sana-kemari. Hal itu disebabkan pada permukaan daun Talas terdapat zat penolak air.

Masalah yang cukup penting pada kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tinggi adalah masalah Drag atau gaya Hambat. Mekanisme Drag pada pesawat terbang seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

drag

Gambar 2: Mekanisme Drag

Jika Drag semakin besar maka pesawat terbang membutuhkan Thrust atau Gaya Dorong yang besar agar dapat melaju di udara. Jika Thrust membesar artinya pesawat lebih boros bahan bakar. Agar pesawat lebih hemat bahan bakar maka Drag sebaiknya diperkecil. Drag disebabkan oleh gesekan antara fluida (Cairan atau udara) yang melewati permukaan benda.

Zat penolak air seperti yang melapisi daun Talas, kemungkinan dapat mengurangi gesekan fluida dengan permukaan yang dilapisi zat tersebut. Sehingga zat penolak air mungkin dapat mengurangi Drag dan jika diaplikasikan di pesawat terbang atau kapal cepat akan dapat mengurangi Drag sehingga menghemat bahan bakar.

elang

Gambar 3: Bulu Burung Mempunyai Zat Pelicin

Pada bulu-bulu burung terdapat semacam zat lilin yang sangat licin bagi air dan mungkin licin pula bagi udara. Saya curiga itu juga untuk mengurangi Drag sehinggga energi burung tidak cepat terkuras pada sat terbang.

ikan

Gambar 4: kulit Ikan Mempunyai Zat Licin

Pada kulit ikan juga ada zat pelicin yang kemungkinan juga berfungsi untuk mengurangi Drag pada saat ikan berenang sehingga dapat lincah ketika meliuk-liuk di dalam air dan energinya tidak cepat terkuras.

Jika kita dapat menemukan zat-zat tersebut seperti yang melumasi daun Talas, bulu Burung, dan Ikan maka akan sangat bermanfaat jika diaplikasikan pada Pesawat Terbang, Kapal Cepat, Kereta Api, dan lain sebagainya.

pesawat udara

Gambar 5: Pesawat Terbang Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

kapal cepat

Gambar 6: Kapal Cepat Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

kereta api cepat

Gambar 7: Kereta Api Cepat Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

Penelitian Menggunakan Fluent

fluent

Didik alias Ida Bagus Giri Basuki melakukan penelitain tentang Pengaruh Flap pada Kinerja Aerodinamika Aerofoil NACA 2412 menggunakan Fluent 6.2.16. Skripsi ini mendapat nilai A. Selamat yah, Dik.

Robot STTA

robot cerdas

Di era kemajuan di bidang robot, seorang peneliti tidak harus turun ke lapangan karena dapat memerintahkan sebuah robot. Apalagi kalau lokasi penelitian adalah tempat yang berbahaya misalnya gunung berapi yang masih aktif.

Sebagai contoh lokasi penelitian adalah Gunung Merapi dalam situasi siap meletus. Robot tetap dapat diperintahkan meninjau lokasi di Merapi. Sedangkan peneliti dapat bekerja di belakang computer di tempat yang aman misalnya di STTA. Peneliti dapat melihat situasi Merapi dari layar monitor, dimana gambar diperoleh dari kamera yang dipasang di kepala robot. Data gambar dikirim menggunakan gelombang elektromagnetik.

Ketika robot menemukan sesuatu yang dianggap penting, peneliti juga dapat melihatnya dari layar monitor. Jika benda tersebut perlu di bawa pulang ke STTA, maka peneliti dapat mengirimkan perintah melalui computer, perintah juga dikirimkan dengan gelombang elektromagnetik.

Suatu saat jika terjadi keadaan bahaya, dimana Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan Wedhus Gembel. Robot tidak perlu menunggu interuksi dari peneliti tapi dia sudah dapat mengambil keputusan sendiri untuk menyelamatkan diri. Dia menjalankan sistem roket yang sudah disiapkan, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, robot sudah sampai di STTA dengan selamat.

Yogyakarta, 7 Oktober 2009

Ardi Cahyono

Sarjana Telo

Indonesia adalah Negara kepulauan dengan klaim 13 ribu pulau lebih, di masa depan jumlah pulau akan banyak berkurang, luas wilayah akan menyempit akibat ZEE yaitu luas wilayah didasarkan pada titik terluar. Hal itu disebabkan oleh pemanasan global yang semakin parah. Banyak Negara yang sudah berkomitmen untuk mengurangi produksi CO2 tapi komitmen Indonesia sangat tidak jelas, padahal Indonesia juga termasuk negeri yang sangat dirugikan akibat pemanasan global tersebut.

Jika panas bumi semakin meningkat sedangkan luas daratan semakin menyempit, maka perlahan namun pasti manusia akan punah seperti kepunahan Dinasaurus di masa lampau.

Untuk ikut berpartisipasi menanggulangi pemanasan global tersebut saya meneliti tentang bahan bakar alternatif yang berasal dari tumbuhan. Dari berbagai sumber bahan bakar ini bersifat ramah lingkungan.

Penelitian ini yaitu masalah bio-ethanol dari ketela. Penelitian ini dibantu oleh Asdi Klowor dan Dimas Aero yang keduanya telah lulus dengan menggondol nilai skripsi A.

gambar 1

Gambar 1: Asdi Klowor sedang Melakukan Penelitian

di Laboratorium Kimia STTA

Setelah ethanol dari ketela dapat dibuat di laboratorium Kimia dengan cara fermentasi dan destilasi ketela, maka bahan bakar alternatif tersebut dicoba pada pesawat model. Bagaimana kinerja bahan bakar tersebut jika dimanfaatkan pada pesawat model “Wing Dragon”?

gambar 2

Gambar 2: Pesawat model “Wing Dragon” untuk Uji Coba

Pesawat Wing Dragon termasuk R/C Model Aircraft yang banyak digunakan untuk para penggemar Aeromodeling. Pesawat ini jika dilakukan penelitian lebih jauh dapat menjadi pesawat tanpa awak atau UAV yang banyak kegunaannya di bidang militer, pengawasan, dan lain-lain.

Pesawat model dapat digunakan untuk mengintai keberadaan teroris. Menguping pembicaraannya yang sedang melakukan pengaturan srategi dengan komplotannya. Melakukan pengejaran jika gembong teroris melarikan diri dengan mobil balap.Bahkan dapat membunuhnya ketika sedang rapat ataupun sedang dalam pengejaran.

UAV juga dapat melakukan pengawasan laut dan hutan terhadap tindakan-tindakan criminal seperti pencurian dan pembakaran hutan. Pesawat UAV dapat melakukan pengusiran maupun penghancuran kapal-kapal penncuri ikan atau melumpuhkan para penebang hutan liar dengan tembakan.

Pesawat UAV juga dapat melakukan pemotretan dan pengawasan aktifitas gunung berapi dari jarak yang sangat dekat tanpa kekhawatiran jatuh korban nyawa manusia karena pesawat ini memang tidak berawak.

gambar 3

Gambar 3: Pengujian Thrust

Thrust atau gaya dorong diuji dengan cara seperti yang terlihat pada gambar 3. Yaitu pesawat digantung pada timbangan buah dan diukur berapa beratnya ketika engine dijalankan dan sebelum dijalankan. Selisihnya adalah besar Thrust.

gambar 4

Gambar 4: Pengujian RPM

RPM singkatan dari Revolution Per Menite, merupakan jumlah putaran propeller atau putaran engine dalam waktu 1 menit.

Dari penelitian yang dillakukan, maka E15 adalah yang terbaik pada engine ini. E15 artinya adalah ethanol dari ketela hanya 15 % dari bahan bakar aslinya. Dengan menggunakan E15 maka Thrust dan RPM lebih baik dibandingkan E0 atau 0 % ethanol atau bahan bakar asli pesawat tersebut.

Kegiatan ini bukan hanya penelitian saja tapi sudah dilakukan pengabdian masyarakat di Kampung Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul pada Minggu, 28 Juni 2009 di Sekolah Dasar Muhammadiyah Karangkajen IV Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul dengan menghadirkan pembicara yaitu: :

Dr. Hj. Dwi Suhartanti, MSi (Biologi FMIPA – UAD)  dan Endah Sulistiawati, ST, MT (Teknik Kimia FTI – UAD)

gambar 5

Gambar 5: Alat Peraga pada saat Pelatihan

gambar 6

Gambar 6: Suasana Pelatihan Bio-Ethanol dari Ketela

di Kampung Salakan

Pelatihan ini diikuti oleh para aktifis Masjid di lingkungan Salakan dan sekitarnya.

gambar 7

Gambar 7: Bu Dwi dan Bu Endah ketika memberikan Pelatihan

Hasil penelitian ini juga akan dipresentasikan dalam Seminar Nasional di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 13-14 Oktober 2009.

gambar 8

Gambar 8: Undangan Seminar Nasional di UNS

Penelitian lanjutan sedang dilakukan penelitian bio-ethanol dari Molasses yaitu produk sampingan dari tebu. Penelitian dilakukan oleh Gobel. Lokasi penelitian di Pabrik Gula Madukismo, Bantul dengan Pembimbing Utama adalah Dr. Hj. Dwi Suhartanti, MSi dari Biologi FMIPA Universitas Ahmad Dahlan dan Pembimbing Pendamping Moh. Ardi Cahyono dari Teknik Penerbangan STTA Yogyakarta.

Demikian, matur sembah nuwun.

Yogyakarta, 4 Oktober 2009

Ardi Cahyono

Pilot Masa Depan

Cantik

“Suatu saat jika masanya sudah tiba, cewek-cewek seperti ini dapat mengemudikan pesawat terbang, tiga pesawat sekaligus dalam waktu bersamaan sambil mainan di kolam renang”, Sabda saya.

Masalahnya teknologi Automatic Flight Control System (AFCS) akan semakin maju, sehingga mengemudikan pesawat cukup pake laptop atau HP saja.

Hal itu akan mengirit pilot. Maaf ya para pilot yg menjadi teman fesbuk saya.  Saat itu siap-siaplah nyari pekerjaan lain… huehehehehehh…

Kitab Suci

Roskam

Bagi penganut Agama “Aeronautics” sebaiknya akrab dengan Kitab Sucinya ini. Segala perselisihan, kesalahpahaman, dan kekurangertian hendaknya dikembalikan pada Kitab Suci ini.

Kitab ini terdiri dari dua Jilid. Silakan meratapinya sehingga kalian semua menjadi penganut agama yang baik. Amin.

« Older entries