Bukti Cinta Kita Kepada Tuhan


Cinta itu tidak hanya di mulut saja tapi juga harus dibuktikan di dalam amal perbuatan. Ketika kita sedang bermesraan dengan pasangan kita tentunya kita ingin berlama-lamaan dengannya dan tidak ingin waktu segera berakhir.

Shalat adalah sarana untuk bermesraan dengan Tuhan. Kalau kita benar-benar mencintai Tuhan tentunya kita juga senang sekali berlama-lama ketika shalat sebab pada saat itu kita sebenarnya sedang menghadap Tuhan.

Apakah benar demikian? Kalau selama ini shalat kita ingin cepat selesai, maka cinta kita kepada Tuhan perlu dipertanyakan.

Ketika kita sedang bermesraan dengan pasangan kita, tentunya konsentrasi penuh ditujukan kepada pasangan kita. Jangan sampai kita memikirkan hal lain bahkan sampai melengos ke tempat lain.

Bagaimana ketika kita melakukan shalat? Ketika kita
melakukan "takbir ihram”, kita diharamkan melakukan gerakan
selain yang sudah ditentukan di dalam shalat. Bahkan memikirkan
hal-hal di luar shalat pun dilarang. Apakah benar demikian?
Kalau pada saat shalat kita masih memikirkan hal-hal lain
di luar shalat, maka cinta kita kepada Tuhan masih perlu
dipertanyakan.
Apakah kita masih suka garuk-garuk ketika shalat?
Itu menandakan bahwa kita masih belum fokus, hal itu juga
menandakan bahwa cinta kita kepada Tuhan masih belum sepenuhnya.
Apakah kita sudah menghayati setiap bacaan shalat kita,
setiap kata demi kata? Kalau belum bagaimana bisa dikatakan
kita benar-benar mencintai Tuhan? Sebab kita hanya ngomong
tapi pikiran kita ngelantur kemana-mana.

Shalat adalah tiang agama. Mari kita tegakkan shalat
supaya agama kita tidak ambruk. 
Menegakkan agama tidak dengan srudak-sruduk seperti
yang dilakukan oleh FPI. Dengan beragama seharusnya
membuat kita menjadi lebih santun, tidak malah membuat
pihak lain ketakutan.

@ardi cahyono
Advertisements