Bermanfaatlah Bagi Semua

Alkisah di pinggir pantai hidup Paijo yang kegiatannya setiap hari mondar-mandir di tepi pantai.

Setiap hari ada saja bintang laut yang terbawa ombak sehingga terlempar di pasir tepian pantai. Sebagian terbawa ombak kembali ke laut, sebagian tertinggal di pasir pantai dan mati.

Setiap hari Paijo memunguti bintang laut- bintang laut yang terdampar itu dan dilempar kembali ke laut supaya bisa hidup kembali.

Diam-diam Blonthang mengamati kegiatan Paijo tersebut dan kemudian Blonthang menghampiri Paijo, “Jo, setiap hari ada ribuan bahkan jutaan bintang laut yang terdampar di pasir pantai. Sedangkan yang bisa kamu kembalikan ke laut paling-paling hanya puluhan saja setiap harinya. Bukankah usahamu itu tidak ada artinya sama sekali alias sia-sia saja”.

Paijo menjawab sambil tetap melempar bintang laut yang ada di tangannya, “Tapi apa yg aku lakukan ini sangat berguna bagi bintang laut ini”.

Jadi sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan asalkan berguna bagi yg lain tidak ada alasan untuk dihentikan.

Misalnya anda memilah-milah sampah sehingga terpisah antara sampah organik dan anorganik mungkin kelihatannya sepele tapi manfaatnya sangat besar untuk kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan kecil saja sangat berguna apalagi kegiatan yg besar, misalnya anda dapat mempengaruhi kebijakan publik sehingga para penebang hutan liar dapat mati kutu, atau kebijakan anda dapat mengurangi produksi CO2 di atmosfer… maka sangat besar sekali manfaatnya.

Makanya, agama bilang bahwa pemimpin yang adil akan langsung masuk surga tanpa dihisab.

Advertisements

Turbin Angin Untuk Menyelamatkan Dunia

kincir angin

Energi fosil membutuhkan waktu jutaan tahun untuk membentuknya dan ironisnya manusia hanya membutuhkan ratusan tahun saja untuk menghabiskannya. Selain itu pemanfaatan energi fosil juga dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan pemanasan global yang sangat membahayakan kehidupan seluruh umat manusia di bumi.

Oleh karena itu, perlu ditemukan sumber-sumber energi alternatif. Energi angin adalah salah satu energi alternatif yang disediakan oleh alam secara gratis. Dengan menggunakan Turbin Angin atau biasa disebut Kincir Angin maka energi angin dapat dimanfaatkan oleh manusia. Prinsip kerja Turbin Angin adalah mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik putaran poros.

Energi mekanik poros biasanya dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik menggunakan suatu generator. Energi listrik sifatnya sangat fleksibel. Energi ini dapat digunakan untuk penerangan, menggerakkan mesin-mesin industri, transportasi, dan masih banyak lagi.

Pemanfaatan energi angin di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

produksi dunia

Indonesia adalah negara kepulauan yang diapit oleh dua benua besar dan dua samudera yang seharusnya merupakan daerah angin. Peta angin di Indonesia ditunjukkan oleh tabel di bawah ini.

sebaran angin

Jika potensi angin di Indonesia benar-benar dimanfaatkan dengan baik maka Bangsa Indonesia akan menjadi Bangsa Mandiri Energi dan akan semakin kuat dan jaya.

Di bawah ini saya tulis Teori Momentum 1 Dimensi yang diterapkan pada Turbin Angin. Jika kita bisa membuat simulasi numerik aliran udara melintasi turbin angin dengan rancangan tertentu misalnya aerofoil, jumlah blade (bilah), panjang chord, diameter dan lain sebagainya maka dengan menentukan kecepatan aliran udara di depan dan belakang turbin akan dapat ditentukan berapa Thrust yang dihasilkan dan Daya Angin yang berhasil diserap Turbin Angin.

Thrust bersifat merugikan karena thrust yang mendorong menara penyangga turbin, semakin besar trhust maka menara penyangga juga harus kuat sehingga biaya pembuatannya akan mahal.

Semakin besar Daya (Power) yang diserap oleh turbin maka efisiensi konversi energi turbin akan semakin besar artinya turbin yang dirancang sangat menguntungkan.

Teori Momentum 1 Dimensi untuk Turbin Angin ada di bawah ini:

http://www.scribd.com/doc/21369754/Teori-Momentum-Untuk-Turbin-Angin-Ideal

Berita terkait:

https://ardicahyono.wordpress.com/2009/10/07/sebelum-manusia-punah/

Bangunlah Rumah Tahan Gempa

gempa

Saya ikut menjadi korban gempa Yogyakarta tahun 2006, efeknya sangat mengerikan. Oleh karena itu ketika membangun rumah sebaiknya buatlah bangunan tahan gempa. Sambungan-sambungan di atas harus saling menguatkan seperti ini:

rumah tahan gempa 1

Pondasi sebaiknya seperti ini:

rumah tahan gempa 2

Kebiasaan kita untuk memoles muka atau me-make-up rumah kita dengan marmer Italy, ornamen-ornamen yang mahal harganya harus kita turunkan prioritasnya. Yang lebih utama adalah struktur bangunan, meskipun besi-besi itu tidak bisa nampak mata tapi itu sangat penting untuk keselamatan kita.

Bangunlah rumah yang tahan sampai 8 SR. Jangan sampai rumah kita terkena gempa 6 SR sudah hancur berantakan. Itu artinya akan membahayakan keluarga kita.

Sumber:

http://ciptakarya.pu.go.id/dok/gempa/pedoman/LEFLAT%20KAYU%20TAHAN%20GEMPA%201.jpg

http://ciptakarya.pu.go.id/dok/gempa/pedoman/leaflat%20tembok%20hitam%201.jpg

Menyemai Bibit Tanaman

Untuk menyelamatkan dunia dari dampak pemanasan global maka kita perlu menanam pohon. Sehingga perlu kita siapkan bibit tanaman.

bibit tanaman

Bibit tanaman bisa kita produksi sendiri.

botol aqua

Jika kita mempunyai botol aqua seperti di atas yang kita temukan dari tempat sampah. Botol tersebut dapat dijadikan pot persemaian bibit tanaman. Caranya potong bagian atasnya dan diberi lobang di bawahnya agar akar bibit tidak membusuk. Kemudian pot yang sudah kita siapkan diisi dengan tanah.

pisahsampah

Sampah rumah tangga yang sudah kita pilah-pilah sehingga kita mempunyai sampah organik dapat kita olah menjadi kompos. Kompos ini dapat kita manfaatkan untuk pupuk dan kita masukkan di botol aqua atau pot yang kita siapkan.

biji

Biji buah-buahan yang kita konsumsi sehari-hari dapat kita tanam di media yang sudah kita siapkan. Jangan khawatir bibit yang kita produksi akan memenuhi pekarangan kita, bibit yang tumbuh ikut menyaring udara dari gas Karbondioksida yang membahayakan kesehatan kita sekaligus menghasilkan gas Oksigen yang dapat menyehatkan kita.

Selain itu siapa tahu ada tetangga yang membutuhkan bibit untuk ditanam di pekarangannya maka kita sudah siap untuk memberikannya sehingga lingkungan di sekitar kita pun menjadi hijau.

Berita terkait:

https://ardicahyono.wordpress.com/2009/10/15/saya-menangis/

https://ardicahyono.wordpress.com/2009/10/07/sebelum-manusia-punah/

Sampah Plastik untuk Pesawat Model

maranatha fesbuk

Gambar pesawat di atas adalah pesawat tim Universitas Kristen Maranatha yang menjadi juara I dalam Kontes Robot Terbang atau Indonesian Indoor Aerial Robot Contest di ITB pada tanggal 11-12 Oktober 2009.

Menarik dari pesawat tersebut tidak menggunakan kayu Balsa dan foam sama sekali. Padahal kayu Balsa dan foam seolah-olah sudah menjadi bahan utama di pesawat-pesawat model. Pesawat ini menggunakan plastik yang biasa dipakai di canopy.

sampah-2

Saya sedang berpikir, bagaimana sampah-sampah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pesawat seperti ini. Tentunya proses produksinya tidak mudah. Jika ternyata bahan plastik bersifat getas maka harus digabungkan dengan bahan lain atau merupakan bahan komposit.

Untuk mempelajari bahan Komposit dan plastik dapat dipelajari di link ini, bukunya juga dapat diunduh sekalian:

http://gigapedia.com/items/8998/mechanics-and-analysis-of-composite-materials

http://gigapedia.com/items/79671/wood-plastic-composites

Bagai Air di Daun Talas

air di daun talas

Gambar 1: Air di daun talas

“Bagai Air di Daun Talas” adalah pepatah untuk orang yang tidak punya pendirian atau plin-plan. Air di daun Talas tidak bisa menempel tapi berlari-lari ke sana-kemari. Hal itu disebabkan pada permukaan daun Talas terdapat zat penolak air.

Masalah yang cukup penting pada kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tinggi adalah masalah Drag atau gaya Hambat. Mekanisme Drag pada pesawat terbang seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

drag

Gambar 2: Mekanisme Drag

Jika Drag semakin besar maka pesawat terbang membutuhkan Thrust atau Gaya Dorong yang besar agar dapat melaju di udara. Jika Thrust membesar artinya pesawat lebih boros bahan bakar. Agar pesawat lebih hemat bahan bakar maka Drag sebaiknya diperkecil. Drag disebabkan oleh gesekan antara fluida (Cairan atau udara) yang melewati permukaan benda.

Zat penolak air seperti yang melapisi daun Talas, kemungkinan dapat mengurangi gesekan fluida dengan permukaan yang dilapisi zat tersebut. Sehingga zat penolak air mungkin dapat mengurangi Drag dan jika diaplikasikan di pesawat terbang atau kapal cepat akan dapat mengurangi Drag sehingga menghemat bahan bakar.

elang

Gambar 3: Bulu Burung Mempunyai Zat Pelicin

Pada bulu-bulu burung terdapat semacam zat lilin yang sangat licin bagi air dan mungkin licin pula bagi udara. Saya curiga itu juga untuk mengurangi Drag sehinggga energi burung tidak cepat terkuras pada sat terbang.

ikan

Gambar 4: kulit Ikan Mempunyai Zat Licin

Pada kulit ikan juga ada zat pelicin yang kemungkinan juga berfungsi untuk mengurangi Drag pada saat ikan berenang sehingga dapat lincah ketika meliuk-liuk di dalam air dan energinya tidak cepat terkuras.

Jika kita dapat menemukan zat-zat tersebut seperti yang melumasi daun Talas, bulu Burung, dan Ikan maka akan sangat bermanfaat jika diaplikasikan pada Pesawat Terbang, Kapal Cepat, Kereta Api, dan lain sebagainya.

pesawat udara

Gambar 5: Pesawat Terbang Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

kapal cepat

Gambar 6: Kapal Cepat Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

kereta api cepat

Gambar 7: Kereta Api Cepat Membutuhkan Zat Pelicin Untuk Mengurangi Drag

Saya Menangis

menangis

Mungkin kebanyakan kita akan menangis ketika bumi semakin panas dan dataran-dataran rendah mulai terendam air laut. Hal itu disebabkan oleh pemanasan global. Menurut berita ini http://fplh.files.wordpress.com/2007/12/teknologi_pemanasan-070806.jpg diperkirakan pada tahun 2050 suhu di Indonesia naik 2 derajat Celcius, permukaan air laut naik 7 meter sehingga daerah-daerah rendah seperti Jakarta akan ditenggelamkan oleh laut.

Kemudian akan terjadi perpindahan besar-besaran, manusia yang selama ini tinggal di daerah rendah akan berusaha mencari tempat yang lebih tinggi seperti Malang, Bandung, Bogor, dan lain sebagainya, sementara itu suhu udara akan semakin panas. Harga tanah akan semakin mahal karena luas daratan semakin sempit, hidup semakin susah karena saling berhimpitan.

Saat itu, kita semua akan menangis.

Berita terkait:

https://ardicahyono.wordpress.com/2009/10/07/sebelum-manusia-punah/

salam,

Ardi Cahyono

Sebelum Manusia Punah

dinosurus

Pada masa silam di bumi ini dihuni oleh makhluk raksasa yaitu Dinosaurus. Diperkirakan pada 65 juta tahun yang lalu terjadi hujan meteor yang menyebabkan makluk ini punah.

http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/04/30/103014/mengapa-dinosaurus-punah/

global_warming

Pemanasan global yang terjadi di bumi yaitu temperatur bumi meningkat terus menerus. Diperkirakan tahun 2050 di Indonesia terjadi kenaikan 2 derajat Celcius. Es akan mulai mencair, tinggi permukaan laut akan naik 7 meter maka Jakarta akan tenggelam.

http://fplh.files.wordpress.com/2007/12/teknologi_pemanasan-070806.jpg

Jika hal ini terjadi terus menerus yaitu temperatur bumi terus naik dan permukaan laut juga terus naik, artinya manusia berada diambang kepunahan. Kepunahan seperti yang dialami Dinosaurus.

Pemanasan global disebabkan oleh kadar CO2 yang ada di atmosfer meningkat terus menerus. Sektor-sektor penyebab pencemaran ditunjukkan oleh grafik di bawah ini:

grafik

Bagaimana upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah pemanasan global?

hutan

Hutan selain tempat yang indah juga dapat menghisap CO2. Selain menyediakan air dan oksigen bagi manusia. Sehingga keberadaan hutan sangat penting untuk turut mencegah pemanasan global. Hutan jangan dibabati (ditebang) secara liar.

tanaman di pekarangan

Kita juga harus banyak menanam pohon di pekarangan kita supaya CO2 di sekitar kita segera dihisap oleh tanaman kita.

semenisasi

Kegiatan semenisasi atau tanah ditutup semen seperti ini adalah perbuatan tidak terpuji. Tanah itu seperti kapas sehingga ketika ada air di dekatnya akan dihisapnya. Jika tanah ditutup semen maka tanah akan kesulitan mendapatkan air. Jika air tanah berkurang maka tanaman juga mengalami kesulitan, sebab tanaman-tanaman yang besar dia tidak membutuhkan “disiram” oleh manusia karena dia dapat mencari air sendiri yaitu menghisap air tanah.

pisahsampah2

Sampah rumah tangga harus dipisah-pisah antara sampah organik dan anorganik, sebab sampah organik dapat diproses menjadi kompos sehingga menyuburkan tanaman.

cewek_naik_motor

Kurangi penggunaan kendaraan bermotor kalau hanya untuk beli cabe atau rokok di warung dekat rumah. Gunakan sepeda kayuh atau jalan kaki saja.

mobil boros bahan bakar

Kendaraan besar dengan tenaga besar dan boros bahan bakar seperti ini sebaiknya jangan dipakai. Sebab akan menambah penumpukan CO2 di atmosfer.

kincir angin solar_power_home_system

Gunakan pembangkit listrik tenaga angin dan gunakan panel-panel surya untuk mendapatkan listrik. Bukan dengan membakar batubara dan solar sehingga menambah CO2 di atmosfer.

sepeda listrik

Gunakan sepeda listrik atau kendaraan bertenaga listrik lainnya sebagai alat transportasi, sebab kendaraan ini tidak memproduksi CO2.

Terima kasih.

Yogyakarta, 7 Oktober 2009

Ardi Cahyono

Penelitian Menggunakan Fluent

fluent

Didik alias Ida Bagus Giri Basuki melakukan penelitain tentang Pengaruh Flap pada Kinerja Aerodinamika Aerofoil NACA 2412 menggunakan Fluent 6.2.16. Skripsi ini mendapat nilai A. Selamat yah, Dik.

Robot STTA

robot cerdas

Di era kemajuan di bidang robot, seorang peneliti tidak harus turun ke lapangan karena dapat memerintahkan sebuah robot. Apalagi kalau lokasi penelitian adalah tempat yang berbahaya misalnya gunung berapi yang masih aktif.

Sebagai contoh lokasi penelitian adalah Gunung Merapi dalam situasi siap meletus. Robot tetap dapat diperintahkan meninjau lokasi di Merapi. Sedangkan peneliti dapat bekerja di belakang computer di tempat yang aman misalnya di STTA. Peneliti dapat melihat situasi Merapi dari layar monitor, dimana gambar diperoleh dari kamera yang dipasang di kepala robot. Data gambar dikirim menggunakan gelombang elektromagnetik.

Ketika robot menemukan sesuatu yang dianggap penting, peneliti juga dapat melihatnya dari layar monitor. Jika benda tersebut perlu di bawa pulang ke STTA, maka peneliti dapat mengirimkan perintah melalui computer, perintah juga dikirimkan dengan gelombang elektromagnetik.

Suatu saat jika terjadi keadaan bahaya, dimana Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan Wedhus Gembel. Robot tidak perlu menunggu interuksi dari peneliti tapi dia sudah dapat mengambil keputusan sendiri untuk menyelamatkan diri. Dia menjalankan sistem roket yang sudah disiapkan, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, robot sudah sampai di STTA dengan selamat.

Yogyakarta, 7 Oktober 2009

Ardi Cahyono

« Older entries